Hari ini hari terakhir di tahun 2008. Di luar salju kembali turun. Meski tidak sederas badai salju sebelumnya, tapi cukup untuk membuat malas pergi ke mana-mana. Lebih baik di rumah saja, sekalian menulis untuk ikutan event yang diadakan oleh Mbak Yuli.Tentu banyak yang terjadi selama tahun 2008 ini, antara lain: lahirnya keponakan baru, rencana menikah salah satu adik saya, dan beberapa cerita keluarga lainnya. Selain itu, tahun 2008 juga membawa kenangan manis: terpilihnya Obama sebagai presiden baru AS. Meski saya tidak mempunyai hak untuk ikut memilih, tapi karena tinggal di Negeri Paman Sam, mau tidak mau ya ikutan hanyut dalam proses pemilu, sejak kampanye hingga hari-H, 4 November yang lalu. Yang ingin saya ceritakan di sini adalah pengalaman pribadi saya, yang bisa dikatakan baru, yaitu bekerja. Sejak sebelum menikah hingga punya anak dua, yang bisa saya banggakan sebagai 'pekerjaan' hanyalah tugas mengajar ketika saya kuliah di Yogya: mengajar bahasa Inggris untuk anak-anak Tsanawiyah, juga mengajar Iqra' (baca tulis Alqur'an) untuk anak-anak kecil di sebuah masjid di daerah Prawirotaman. Dunia kerja bukanlah dunia saya, karena meski suami mengijinkan saya bekerja, tapi saya memilih untuk mendampingi anak-anak sebagai FTM, alias full-time-mom. Tentu ada juga alasan lain, yaitu saya tidak mempunyai modal atau kemampuan yang memadai untuk memasuki dunia kerja yang kompetitif, terutama di Jakarta, tempat kami tinggal hingga akhirnya harus pindah sementara ke daerah Boston. Nah, setelah anak-anak beranjak besar, mereka menghabiskan sebagian besar waktunya di sekolah. Masuk sekolah pukul 8.30 dan pulang jam 3 sore. Jadilah saya dilanda kebosanan, tinggal di rumah sendirian, apalagi suami juga hampir setiap hari berangkat ke kampus, seringkali baru pulang malam-malam setelah mengerjakan tugas di perpustakaan. Semula memang saya menemukan keasyikan 'bermain' internet: Multiply, Facebook dll. Banyak hal yang saya dapatkan, terutama dengan Multiply, yaitu teman baru, ilmu baru (dalam hal masak-memasak). Tapi lama-lama saya berpikir untuk memanfaatkan waktu luang saya dengan lebih bermakna: saya ingin bekerja. Maka mulailah saya mengurus ijin kerja, yang prosesnya lumayan panjang.Setelah ijin kerja dan SSN ada di tangan, saya mulai berburu pekerjaan. Beberapa tempat saya jajaki, terutama yang dekat dengan aparteman saya. Impian saya bekerja di perpustakaan terpaksa harus dikubur dulu sementara: kondisi ekonomi AS yang sedang kacau mengakibatkan beberapa perpustakaan milik kota terpaksa harus ditutup. Akhirnya seorang tetangga menawarkan untuk mencoba melamar di tempat kerjanya di sebuah klinik rehabilitasi di Boston. Dia bekerja sebagai koki di sana. Kebetulan memang Bos alias Kitchen Supervisornya, baru saja memecat dua orang koki, sehingga mereka membutuhkan tenaga baru. Saya pun mencoba melamar, dan alhamdulillah diterima. Hari pertama bekerja, tentu saja terasa berat buat saya. Maklumlah, sepanjang hidup saya begitu dimanja, nggak pernah diminta kerja berat secara fisik: sebelum tinggal di AS, saya bahkan nggak pernah masak, nggak pernah nyuci baju, ngepel rumah dsb. Paling banter saya membantu menyapu kamar dan menata buku saja. Sedangkan bekerja di dapur seperti ini, selain menyiapkan dan menyajikan makanan, saya juga harus bertanggung-jawab terhadap kebersihan dapur dan ruang makan. Jadi membersihkan meja dan mengepel lantai dapur adalah bagian dari tugas saya di sana. Awalnya memang terasa berat tapi lama-lama ya biasa saja. Masalah masak bukanlah hal yang susah, bukannya sombong ya, tapi masakan a la Barat kan memang terhitung sederhana jika dibandingkan dengan masakan Indonesia yang kebanyakan menyita waktu dan tenaga, membutuhkan banyak bumbu pula. Contoh menu di sana: spaghetti dan saus tomat. Saus tomat biasanya memakai yang kalengan, jadi kita tinggal menambah tumisan bawang putih dan bawang bombay, atau bumbu lain sesuai selera. Sayuran? Kebanyakan juga yang siap pakai, alias dari kaleng. Caranya gampang saja, buka kaleng, tuangkan ke dalam panci persegi (yang sesuai dengan bentuk steam-tablenya), panaskan di atas api sedang dengan menambahkan mentega, garam dan merica (kadang saya tambahkan garlic powder, tergantung sayurannya). Begitu saja. Cuma dua hari saya berstatus 'training' alias didampingi karyawan lain. Selanjutnya saya sudah 'dilepas' untuk bekerja sendirian. Alhamdulillah semua tugas bisa saya kerjakan dengan lancar. Hanya satu yang sampai sekarang belum sanggup saya lakukan: memasukkan susu ke dispenser. Teorinya sih bisa, tapi susu yang 5 galon itu terlalu berat buat saya. Saya pernah mencoba mengangkat sendiri (dengan naik kursi segala karena posisi dispenser itu di atas meja), akibatnya, susu yang dikemas dalam plastik berukuran besar itu tumpah semua, menyirami celana dan sepatu saya. Duh... Pekerjaan oke, teman-teman pun baik semua, sayangnya Bos agak menjengkelkan. Bos ini laki-laki, orang Arab. Sebelum saya mulai bekerja memang tetangga saya sudah memberi peringatan, Bos ini bicaranya selalu dengan suara keras, jadi yang nggak biasa pasti ketakutan. Ternyata memang benar: hari pertama saya sudah 'mengkeret' mendengar nada suaranya yang terkesan marah marah, apalagi dengan ekspresi muka yang galak. Tapi saya coba cuekin saja. Tapi lama-kelamaan saya rasakan Bos ini pilih kasih. Setiap kali saya kerja, dia selalu 'ngrecokin' saya. Mungkin dianggapnya saya nggak tahu apa-apa. Daripada berargumen, saya memilih diam saja, membiarkan dia membantu menyelesaikan pekerjaan saya, sambil mengatakan kalimat-kalimat ejekan yang membuat saya sakit hati. Lama-lama jengkel juga kan diperlakukan seperti itu. Apalagi dia juga seperti memakai kaca pembesar dalam menilai saya: kesalahan sekecil apapun yang saya lakukan, akan dipermasalahkan. Sebaliknya kesalahan sebesar apapun yang dilakukan rekan kerja saya, dia nggak mau tahu. Kesal dan marah karena merasa diperlakukan secara tidak adil, saya akhirnya memutuskan untuk menulis surat kepada Bos. Saya tulis di situ semua unek-unek saya, dengan disertai ancaman: jika dia tidak mengubah perlakuan itu, saya akan berhenti bekerja dan melaporkan verbal abuse itu kepada perusahaan. Syukurlah, sehari setelah dia menerima surat itu, perlakuannya berubah. Saya pun nggak jadi mundur. Happy Ending . Selamat Tahun Baru semuanya....  | Bravo mbak.... Jangan mentang-mentang bos, bisa seenaknya. Selamat tahun baru ya. |
 | kikikik aku bau mau nulis pengalamanku gimana bs terjun ke dunia professional culinary. :)
|
 | Nas, ikut senang mendengar ceritamu mulai bekerja, walau ikut jengkel juga perihal bosmu itu... :) Selamat tahun baru 2009... |
 | samaan yah, pengalaman dulu kerja di amrik ama di Indo beda bener. sukses ama pekerjaannya deh yah and Met thn baru. |
 |  Glitter Graphics - GlitterLive.comhebat euuy berani ngeluarin unek2 ke boss en boss nya juga gentle yah . gak malah nge“gencet ..wah kalo di kantor ku dulu bos nya mah amit2, kalo kita terus terang malah bisa2 dihabisin tuh ama dia |
 | Ienas, semangat and sukses buat pekerjaan yg sedang kamu jalani.
Met Tahun Baru, bu...!! |
 | ikut lega dg bos yg sudah ok. selamat tahun baru, mudah2an di tahun2 yg akan datang semua dipermudah. salam utk sekeluarga |
 | met taun baru, mbak.
di sana segala jenis abuse hukumnya jelas ya, mbak. di sini mah boro2, abuse yg terang2an aja melenggang bebas. |
 | wah mba ienas berani dan akhirnya mantap berhasil pula..asik..selamat! suratnya isinya pasti mantep deh jadi pengen liat ....hihi.
Selamat new year ya .... disini juga snow terus tuh.. walau cukup ringan jadi pikir2 lagi keluar mau beli ubi buat pie..habis ko anginnya terdengar kecang begitu.. ubi yg kemaren ternyata dah busuk..hhhh... |
 | Apakabar, Mbak? Maaf ni jarang berkunjung. Sukses selalu ya? |
 | dydy wrote on Dec 31, '08 fight back! hidup mbak ienas! |
 | Selamat Tahun Baru Mbak.... Semoga kedepannya semua lancar ya... |
 | Halo koki cakep, met tahun baru yaaaa..... hehehe..... |
| Keder juga si Bos diancam anak buahnya. Emang asik ya kalau sistem dah mapan. Pengalamannya mirip sama aku Nas. Pengalaman kerjanya, bukan pengalaman di intimidasi bos :) Awalnya kerja iseng karena demen ama sushi. Setelah jadi langganan tetap, iseng minta kerja. Eh dapet. Setelah dapet kerjaan, bosku malah keluar. Pengen usaha dewek dengan mengusung merek dewek. Aku ya ikut keluar. Nggak tahunya si mantan bos menghubungi aku untuk proyek label dan foto menunya dia. Enggak nyangka kan. Dari sekedar iseng ternyata dapet tambahan ilmu dan penyaluran hobi. Pengen ikutan "Writing Event", lha kok wis telat. Wis disimpen di hard disk aja :) |
 | wah....ceritanya seru juga yach Nes pengalan kerjanya, and Happy New Year semoga di tahun yg baru ini semakin sukses selalu yach Nes. |
 | hebat!!.. salut buat mbak ineas.. |
 | semoga sukses selalu di tahun yang baru Nas :)) menjalani emak bekerja diluaran dan di rumah akan lebih mengasikkan ya. |
 | selamat tahun baru jua yah nes sukses selalu .. aduhhh kalau gue enggak bisa deh nes nulis surat ke si bos yang ada gue langsung resign |
 | Waaah ceritanya menarik bangeeet..Selamat tahun baru juga mbak |
 | salut mbak, saya bayangi aja, duh sedih kali ya. kadang-kadang orang seperti itu harus dikasi pelajaran kali ya mbak? |
 | wah, menarik sekali cerita ttg perjalanan 2008 nya. soal surat itu, wah saya salut!! saya senang bisa berkawan dgn Ienas di 2008... terimakasih ya! semoga di tahun 2009 kita bisa berjumpa di non-cyber space! have a wonderful 2009! |
 | Salut dech....Selamat ya Mbak..... Selamat tahun baru juga yaaaa |
 | selamat bekerja ya mb ienas.....salut deh. ditunggu cerita yg lain. btw for info , memang orang2 arab kalo bebicara suaranya kenceng2 mb, berbicara biasa saja seperti orang marah2, apalgi kalo marah hehehe. |
 | Hidup Ienas!!!! hehehe.... |
 | Met tahun baru juga ya Ienas, wah...siiip lama2 nanti bisa buka restaurant sendiri. |
 | memang harus gitu mba,walaupun status kita bawahan.. tapi jangan seenak atasan dan Boss donk mau memperlakukan kita.
Good job,met tahun baru ya. |
 | wow... salut banget deh.. pekerjaan yg Mba Ienas pilih itu kelihatannya berat ya.. (mungkin krn saya ga suka di dapur).. mudah2an banyak hikmah yg bisa didapat dari bekerja.. di blognya Bang Latief (latief) atau uni Imun (maimon) ada banyak cerita ttg kejadian2 menarik yg didapatnya saat kerja part-time di Inggris.. saya tunggu cerita serupa dari mba Ienas:) |
 | kalo udah sibuk ntar ngga bisa jalan2 dong kita hehe |
 | masih bisa...tenang aja:p |
| |